Properti Dekat MRT Jakarta Makin Diburu: Ini Datanya dan Tips Membelinya
Easystem   06 Oktober 2026   Dibaca 2 kali  

JAKARTA — Memilih lokasi properti kini makin berkaitan erat dengan akses transportasi publik. Data terbaru dari konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia menunjukkan koridor MRT Jakarta menjadi salah satu kawasan paling diminati, baik untuk hunian, perkantoran, maupun ritel. Konsep transit oriented development (TOD) — pengembangan kawasan terpadu di sekitar stasiun — disebut menjadi katalis utama pertumbuhan ini.

Properti di Koridor MRT Tercatat Lebih Diminati

Beberapa angka kunci dari laporan Proyeksi dan Prospek Properti di Koridor MRT Jakarta menunjukkan mengapa kawasan ini layak dilirik pembeli, penyewa, maupun investor:

  • Apartemen: okupansi apartemen berkonsep TOD di sekitar koridor MRT mencapai 71,2 persen, di atas rata-rata Jabodetabek yang 65,4 persen. Tingkat serapannya bahkan 97,2 persen, melebihi rata-rata Jabodetabek 94,2 persen.
  • Perkantoran: pasar CBD Jakarta mencatat penyerapan bersih 105.000 meter persegi sepanjang 2025 dengan dominasi gedung Grade A. Tingkat hunian naik ke 76,7 persen dan diproyeksikan menjadi 78,8 persen pada 2026 seiring belum adanya tambahan pasokan baru hingga 2027.
  • Harga sewa kantor: rata-rata Rp173.900 per meter persegi per bulan, tumbuh 3 persen secara tahunan dan diperkirakan naik 4 persen pada 2026.
  • Ritel: okupansi pasar Jakarta tetap kuat di 77,2 persen dengan harga sewa dasar relatif stabil di Rp834.900 per meter persegi per bulan.

“Akses langsung ke MRT terbukti meningkatkan okupansi," ujar Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo. Gedung perkantoran di sepanjang jalur MRT menunjukkan kinerja lebih kuat dibandingkan lokasi non-MRT, dan koridor Thamrin–Kota Tua disebut akan menjadi hotspot pengembangan berikutnya.

Harga Lahan dan Hunian Tapak Ikut Terangkat

Dampaknya tidak berhenti di properti komersial. Harga lahan dilaporkan naik sekitar 3 persen menjadi Rp13,2 juta per meter persegi, ditopang pengembangan kawasan township dan akses jalan tol. Proyek hunian yang terhubung dengan MRT, LRT, dan KRL juga mencatat performa penjualan lebih baik dibandingkan lokasi lain.

Karena lahan kosong di sepanjang jalur MRT kian langka, tren berikutnya adalah redevelopment — bangunan lama diubah menjadi hunian vertikal modern. Bagi calon pembeli, ini pertanda kawasan terus berkembang sekaligus peluang memperhatikan area yang belum optimal saat ini.

Koridor Thamrin–Kota Tua: Hotspot Berikutnya

MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota direncanakan mulai beroperasi pada 2029. Cushman & Wakefield meyakini tren positif penjualan dan okupansi apartemen di sepanjang koridor MRT Fase 1 akan berlanjut ke jalur baru ini, dengan dampak pada harga jual kembali dan harga sewa yang lebih baik.

MRT Jakarta sendiri terus memperluas pengembangan kawasan berbasis transit di sekitar stasiun. Pendekatannya: membentuk kawasan lebih dulu agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tumbuh, baru potensi komersial dikembangkan bertahap. Artinya, konektivitas dan fasilitas di sekitar stasiun akan terus dibenahi — faktor yang biasanya ikut mengangkat daya tarik hunian di sekelilingnya.

Tips Membeli Properti Dekat Stasiun MRT

Jika Anda tertarik memiliki atau menyewa properti di koridor MRT, perhatikan beberapa hal praktis berikut:

  1. Cek jarak dan akses jalan kaki. Properti yang benar-benar nyaman dicapai dengan berjalan kaki dari stasiun punya permintaan paling kuat, termasuk saat nanti disewakan kembali.
  2. Pastikan legalitas lengkap. Periksa sertifikat, izin bangunan, dan status kepemilikan sebelum bertransaksi, termasuk untuk bangunan lama yang berpotensi dikembangkan ulang.
  3. Survei pasar sewa setempat. Lihat tingkat hunian dan kisaran tarif sewa di sekitar lokasi untuk menilai potensi pendapatan jika properti disewakan.
  4. Pilih penjual atau pengembang dengan rekam jejak jelas. Untuk proyek baru, pastikan spesifikasi dan jadwal serah terima tertulis rapi dalam perjanjian.
  5. Bandingkan banyak lokasi dalam satu koridor. Pasokan apartemen diproyeksikan bertambah sekitar 11.300 unit selesai pada 2026, mayoritas di Tangerang, Bekasi, dan Jakarta Selatan — pilihan makin banyak, jadi manfaatkan untuk memilih yang paling sesuai kebutuhan dan anggaran.

Kesimpulan

Jadi, kawasan sekitar transportasi massal layak menjadi prioritas, baik untuk rumah pertama, tempat tinggal sewa, maupun investasi jangka panjang. Mulailah dari kebutuhan harian Anda — mobilitas, fasilitas, dan rencana jangka panjang — lalu bandingkan listing rumah, apartemen, dan tanah yang tersedia di properti.suppliermu.com.

Sumber: Tempo.co — Bisnis Properti Sepanjang Koridor MRT Jakarta Tumbuh; Bisnis.com — Apartemen TOD Dekat Stasiun MRT Banyak Diminati, Okupansi Capai 71,2%; Bisnis.com — MRT Jakarta Komersialisasi Aset.

 
Tags :
mrt jakarta tod apartemen investasi properti tips membeli properti

Bagikan :