Harga Properti Naik Tipis 0,69% di Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Membaik
Easystem   30 September 2026   Dibaca 2 kali  

Jakarta – Kabar baik bagi pasar properti nasional: harga rumah masih tumbuh meski tipis, dan yang tak kalah penting, penjualan rumah mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Data terbaru Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia untuk kuartal II 2026 mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) di pasar primer tumbuh 0,69 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 110,89, sedikit lebih tinggi dibanding kuartal I 2026 yang tumbuh 0,62 persen (yoy).

Bagi Anda yang sedang mencari rumah untuk dibeli secara langsung maupun yang berencana menjual properti, data terbaru ini penting untuk dibaca: ke arah mana pasar bergerak, segmen mana yang paling bergairah, dan bagaimana menyikapinya.

Harga Naik Tipis, Ditopang Rumah Tipe Besar

Kenaikan harga pada kuartal II 2026 tidak merata di semua segmen. Menurut hasil survei Bank Indonesia:

  • Rumah tipe besar jadi penopang utama dengan pertumbuhan harga 0,68 persen (yoy), indeks 108,41 — naik dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,50 persen (yoy).
  • Rumah tipe kecil justru melambat, tumbuh 0,49 persen (yoy) dengan indeks 113,89, dari sebelumnya 0,61 persen (yoy).
  • Rumah tipe menengah relatif stabil dengan indeks harga 114,01.

Artinya, kenaikan harga properti saat ini sangat terbatas dan belum merata, sehingga pembeli langsung (tunai) masih punya ruang untuk membandingkan harga antar segmen dan lokasi sebelum mengambil keputusan.

Penjualan Rumah Mulai Membaik

Dari sisi penjualan, pasar menunjukkan perbaikan yang cukup berarti dibanding awal tahun. Penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal II 2026 masih terkontraksi 2,36 persen (yoy), tetapi jauh lebih baik dibanding kuartal I 2026 yang terkontraksi 25,67 persen (yoy).

Secara kuartalan, penjualan bahkan kembali tumbuh 9,39 persen (quarter to quarter/qtq) — berbalik dari kontraksi 7,69 persen (qtq) pada kuartal sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh meningkatnya penjualan rumah tipe kecil dan tipe besar, sementara penjualan rumah tipe menengah masih relatif terbatas.

Faktor yang Masih Menahan Pasar

Survei BI juga mencatat sejumlah tantangan yang masih dihadapi pasar. Kenaikan harga bahan bangunan disebut sebagai hambatan oleh 27,10 persen responden, faktor perizinan atau birokrasi disebut 14,87 persen responden, dan perpajakan 9,75 persen. Biaya material yang naik membuat harga rumah sulit turun, meskipun permintaan belum sepenuhnya pulih.

Apa Artinya bagi Pembeli Properti

  • Ruang negosiasi masih terbuka. Dengan harga yang tumbuh hanya tipis per tahun, unit berkualitas yang lama tidak terjual biasanya lebih fleksibel terhadap penawaran. Siapkan data pembanding, seperti harga unit sejenis di lokasi yang sama, agar posisi tawar Anda kuat.
  • Sesuaikan pilihan dengan segmen yang sedang bergerak. Penjualan rumah tipe kecil dan tipe besar membaik pada kuartal ini; jika target Anda segmen menengah, stok yang tersedia relatif lebih longgar sehingga Anda bisa lebih leluasa memilih.
  • Amankan transaksi tunai. Untuk pembelian langsung secara tunai, sepakati tahapan pembayaran dan serah terima secara tertulis, lalu lunasi pembayaran setelah dokumen dan kondisi fisik properti dipastikan sesuai kesepakatan.

Tips untuk Penjual Properti

  • Pasang harga realistis. Harga pasar tumbuh tipis, 0,69 persen per tahun. Harga yang terlalu jauh di atas pasar membuat properti lama menganggur, apalagi di tengah stok yang masih banyak.
  • Manfaatkan momentum pemulihan. Permintaan yang mulai bergerak, terutama untuk rumah tipe kecil dan tipe besar, adalah waktu yang tepat untuk memasarkan unit Anda secara aktif, bukan sekadar menunggu pembeli datang.
  • Rapikan dokumen dan tampilan properti. Sertifikat, dokumen bangunan, foto berkualitas, dan deskripsi yang jujur mempercepat proses tawar-menawar serta menambah kepercayaan calon pembeli.

Kesimpulan

Gambarannya cukup seimbang: harga properti masih naik tapi pelan, penjualan masih di bawah tahun lalu tapi arahnya membaik. Bagi pembeli, kondisi ini memberi waktu dan ruang untuk memilih serta bernegosiasi tanpa khawatir harga melonjak tajam. Bagi penjual, sinyal pemulihan permintaan adalah dorongan untuk serius memasarkan properti dengan harga yang sesuai pasar. Yang terpenting, fokus pada nilai intrinsik properti — lokasi, legalitas, dan kualitas bangunan — agar keputusan jual beli tetap menguntungkan, baik saat pasar ramai maupun lesu.

Sumber: Siaran Pers Bank Indonesia No.28/152/DKom, "Survei Harga Properti Residensial Triwulan II 2026" (bi.go.id); Kompas.com, "BI: Penjualan Rumah Membaik Kuartal II 2026, Harga Properti Naik Tipis" (money.kompas.com).

 
Tags :
harga properti pasar properti penjualan rumah tren properti kuartal ii 2026

Bagikan :


Artikel Populer
Tips Pindah Rumah
Easystem   18 Agustus 2021
Panduan Membeli Rumah Bekas
Easystem   29 Juli 2021
Tips Menghindari Bahaya Listrik Di Rumah
Easystem   01 September 2021
Produk/Usaha
VILLA DI JUAL
Ahmad Munaseh
Jual Rumah Kontrakan
Dewi Febrianingsih